Batik Printing/Sablon (Tekstil Motif Batik)

Apa kabar agan sekalian, semoga selalu dalam keadaan sehat dan afiat,,,amin. Kali ini ane ingin berbagi tentang perbedaan antara batik dengan kain/tekstil bermotif batik biar agan sekalian tak salah kaprah dengan slogan cinta batiknya. Slogannya cinta batik, namun kemeja yang dipakai sebenarnya bukan batik melainkan kain bermotif batik/printing. kan lucu kalau seperti itu,,,hehe ngakunya cinta batik eh yang dipakai adalah kain bermotif batik. :)


Tekstil bermotif batik begitulah seharusnya kain sebutan sebenarnya. Namun masarakat yang awam sudah terlanjur menyebut kain jenis ini sebagai batik karena memang tidak dapat membedakan mana batik yang asli dan mana kain bermotif batik (printing). Kain disebut batik jika pada proses pewarnaannya menggunakan proses pemalaman (lilin) namun kain bermotif batik sama sekali tidak menggunakan malam dalam prosesnya. Kain printing bermotif batik termasuk jenis yang baru muncul. Tidak diketahui kapan mulai dikenal, namun kain jaenis ini menjadi primadona dalam proses produksi motif batik dengan jumlah paling banyak jika dibanding batik cap apalagi batik tulis.

Teknik pembuatan kain bermotif batik (printing) sama dengan proses produksi dalam pembuatan kaos murah yaitu dengan teknik sablon, menggunakan klise(kassa) untuk mencetak motif batik di atas kain. Proses pewarnaannya sama dengan proses pembuatan tekstil biasa yaitu dengan menggunakan pasta yang telah dicampur pewarna sesuai keinginan, kemudian disapukan/disablonkan sesuai motif yang telah dibuat di atas permukaan kain. Yang membedakan dengan sablon kaos adalah pada pewarna yanag digunakan, kalau kaos sablon kaos kebanyakan menggunakan zat warna pigmen dengan pengental ruber sedangkan tekstil bermotif batik biasanya menggunakan zat warna reaktif dingin (remasol/drimaren) dengan pengental alginat. Tekstil bermotif batik ini dapat diproduksi dalam jumlah besar karena tidak melalui proses penempelan lilin dan pencelupan seperti batik pada umumnya, hanya saja motif yang dibuat adalah motif batik. Oleh karena itu kain jenis ini menjadi fenomenal dikalangan perajin dan seniman karena tak pelak dapat merusak tatanan dalam seni batik, sehingga mereka lebih suka menyebutnya kain bermotif batik.

Cara membedakan tekstil bermotif batik dengan batik asli adalah dengan cara membedakan permukaan kain bagian dalam. Secara kasat mata akan kain bermotif batik akan terlihat warnanya tidak meresap ke seluruh serat kain, hanya menempel pada permukaan kain bagian atas saja, sehingga di balik kain masih terlihat sedikit berwarna putih. Sedangkan Batik asli kenampakan permukaan luar dan dalam hampir sama, yaitu sama-sama berwarna, yang membedakan permukaan luar dan dalam adalah lebar-sempinya motif dari kain yang terkena malam. Biasanya bagian luar motif yang terkena malam cenderung lebih lebar motifnya dibandingkan motif bagian dalamnya. Demikian sedikit ilmu yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat buat agan-agan sekalian sehingga dalam membeli batik nantinya tidak salah kaprah. Cinta batik dengan memakai batik yang asli. :)

Terimakasih Sudah Berkunjung

Share This Post

Comments

2 komentar:

  1. gan mo tanya klo cat batiky ( remasol ) djakarta / pekalongan yg jual di toko apa? trimakasih

    BalasHapus
  2. kalau jakarta/pekalonga kami tidak tahu gan. kalau di jogja ada di pasar ngasem gan

    BalasHapus