Membangun Generasi CalonDonor Darah Masa Depan(Dari Bangku SMAN 3Yogyakarta Untuk Selamanya)

Minggu, 16 Maret 2014 bertempat di Yayasan Kasih Anak Kanker Jogja (YKAKJ), dalam acara “Talikasih  Padmanaba 2014” dengan tema “Berlian Biru, Bersama Peduli dan Beri Kekuatan” kegiatan sosial yang diadakan  oleh siswa SMAN 3 Yogyakarta, Blood for Other (Bfo) Yogyakarta yang secara khusus diundang oleh pengurus yayasan, melakukan sosialisasi tentang manfaat donor darah kepada adik-adik siswa SMAN 3 Yogyakarta.

Kegiatan sosialisasi kepada siswa SMAN 3 Yogyakarta ini sesuai dengan salah satu misi penting yang diusung oleh komunitas sosial yang sejak didirikannya pada 21 November 2011 diberi nama Blood for Other (Bfo) yaitu membangun generasi calon donor darah masa depan agar pada usia 17 tahun siap untuk menjalankan donor darah. Kebutuhan akan darah yang tidak bisa diprediksi bagi pasien kanker anak khususnya RSUP Sardjito yang merupakan fokus awal dibentuknya Bfo Jogja ini dan kebutuhan darah bagi pasien lain, serta belum memenuhinya jumlah pendonor yang siap donor sewaktu-waktu yang sudah tercatat dalam database pendonor, menginspirasi para volunteer yang tergabung dalam Bfo Jogja untuk sosialisasi tentang donor darah secara langsung kepada seluruh lapisan masyarakat, salah satunya sosialisasi donor darah kepada adik-adik siswa SMAN 3 Yogyakarta ini sebagai calon donor darah masa depan.

Bfo Jogja yang diwakili oleh Anas dan Imam, secara bergantian memberi sosialisasi donor darah, terlebih dahulu menuturkan sejarah singkat berdirinya komunitas Bfo Jogja, kemudian memberikan pengetahuan kepada adik-adik SMAN 3 Yogyakarta yang rata-rata usianya kurang dari 17 tahun tentang apa itu donor darah, manfaat, syarat-syarat serta mitos-mitos seputar donor darah dengan harapan ketika nanti usia mereka sudah di atas 17 tahun dan memenuhi syarat mereka secara sukarela bersedia untuk donor darah. “Walaupun kita tidak mendapat database/pendonor di sana karena mereka masih belum 17 tahun, setidaknya kita sudah memberikan sedikit pencerahan tentang donor darah kepada meraka “, tutur Anas. Harapan yang ingin dicapai Bfo Jogja dari kegiatan sosialisasi ini yaitu menghilangkan stigma buruk tentang donor darah seperti ketakutan terhadap jarum yang dipakai untuk mengambil darah, ketakukan menjadi gemuk karena donor darah dan stigma buruk lainnya.

Selain itu, dengan sosialisasi seperti ini, Bfo Jogja juga ingin berbagi pengetahuan tentang pentingnya donor darah baik bagi pendonor maupun kepada recepien (penerima). “Walaupun mereka sekarang masih cuek, tapi kita yakin suatu saat nanti pasti ada dari beberapa dari mereka yang sadar dengan sendirinya untuk donor, karena impian kita adalah donor darah sebagai life style dan ke depannya Bfo tidak perlu mengingatkan untuk donor tetapi mereka sadar dengan sendirinya untuk berdonor”, lanjut Anas. Karena donor darah, “untuk kaum sehat tak ada kerugian, untuk kaum sakit adalah HARAPAN HIDUP.
(Lia-Anas-Minko/Foto: Imam)

Terimakasih Sudah Berkunjung

Share This Post

Comments

    Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 komentar:

Posting Komentar