Stagen yang Masih Lestari

Belum lama ini saya bersama tim memberikan pelatihan kepada sekelompok perajin tenun stagen tepatnya di dusun Pakelan, desa Sumberarum, kec. Moyudan, kab. Sleman, D.I. Yogyakarta. Industri kecil menengah (IKM) tenun ATBM (alat tenun bukan mesin) stagen merupakan industri rumahan yang telah dilakukan secara turun-temurun dari nenek moyang. Stagen merupakan kain tenun selebar sekitar 15 cm dan panjang sekitar 5 meter yang diperuntukan sebagai pengikat kain jarit (ikat pinggang) yang dipakai oleh sebagian orang berusia lanjut. Penggunaannnya dengan cara melilitkan stagen ke pinggang yang terlebih dahulu telah dililitkan selembar jarit.

Layaknya sebuah industri rumahan IKM tenun stagen ini dilakukan oleh hampir semua masayarakat di dusun ini. Setiap rumah paling tidak mempunyai satu sampai empat ATBM stagen. Aktifitas menenun umumnya dilakukan oleh perajin pada waktu luang saja karena pada dasarnya mata pencaharian utama di dusun ini adalah pertanian.

Pada awalnya tujuan kami mengadakan pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan baru dan memberikan keterampilan teknis untuk pengembangan produk tenun ATBM ke arah produk moderen. Hal tersebut kami dasarkan ke pada asumsi bahwa produk

stagen saat ini sudah jarang dipakai lagi sehingga pasarnya lambat laun akan berkurang, sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut nantinya perajin dapat berinovasi ke produk lain yag pasarnya masih bagus. Namun kenyataan yang kami temui di lapangan sangat berbeda dengan apa yang tim telah prediksi. Pasar tenun stagen sangat baik, bahkan sampai ekspor ke luar negeri. Dalam satu bulan saja kelompok ini tidak mampu memenuhi banyaknya permintaan pasar, dalam satu bulan kelompok yang beranggotakan sekitar 100 perajin ini hanya dapat memproduksi stagen sebanyak 200 kodi sedangkan permintaan pasar dalam satu bulan mencapai 600 kodi.

Berdasarakan kenyataan di atas dapat kami simpulkan bahwa produk tenun stagen mampu bertahan meskipun zaman telah berubah sedemikian rupa. Produk warisan budaya ini bahkan mampu menembus pasar ekspor menunjukan bahwa produk kita tak kalah bersaing dengan produk-produk dari Negara lain. Dan yang jelas kita sebagai generasi penerus tentunya menjadi tugas kita bersama untuk melestarikan apa yang telah diwariskan oleh nenek moyag kita.

,,,,,,salam.

Terimakasih Sudah Berkunjung

Share This Post

Comments

    Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 komentar:

Posting Komentar