Blood for Others Siap Donor Darah Kapan Saja

Liputan6.com, Jakarta Menjadi manusia memang begitu kompleks, sebagai makhluk pribadi, manusia memang dituntut untuk terus menjadi pribadi yang unggul, dari segala sisi, baik yang nampak, maupun tak terlihat sama sekali. Di sisi lain, manusia yang tercipta sebagai makhluk sosial yang  harus mampu memberikan kebaikan kepada siapapun di sekitarnya.

Jika manusia dilukiskan sebagai garis, mungkin manusia sama seperti sumbu X dan sumbu Y yang tergambar dalam diagram Cartesius. Manusia memang hidup sebagai makhluk vertikal dan horizontal. Sebagai makhluk vertikal, manusia bertanggung jawab langsung kepada Tuhan yang menciptakannya, maka manusia “butuh” beribadah dengan cara yang sudah Tuhan tuntunkan kepada setiap umat manusia. Dalam sudut pandang lain, manusia hidup sebagai makhluk horizontal. Jika memang (masih) manusia, memang selayaknya kita memandang sesama, menebar kebaikan dengan cara yang bisa kita lakukan.

Dan jalan inilah yang mereka pilih! Berbagi lewat donor darah! Titik-titik air langit yang datang menyapa bumi senantiasa menyembulkan kebahagiaan. Wangi tanah basah setelah diseka hujan mengisyararatkan harapan pada kehidupan. Harapan akan kehidupan yang makin menghijau bagi rerumputan, bagi semak belukar, bagi pepohonan, bagi hutan. Hidup memang seperti rantai yang saling bertautan satu sama lain, bersinggungan antara satu sudut dengan sudut yang lain. Kebahagiaan tanah saat basah menularkan senyum pada pepohanan untuk memroduksi oksigen lebih banyak, dan mencipta kehidupan yang lebih indah, pun alam yang makin berseri membuncah.

Titik-titik darah juga demikian, datang menyalakan kembali asa yang sesaat lalu meredup. Prinsip inilah yang diusung oleh pahlawan-pahlawan kemanusiaan, Komunitas Blood for Others. Sebuah komunitas kemanusiaan yang nampaknya lahir dari sebuah rasa kepedulian, dan manusiawi memang, rasa kepedulian inilah yang mendorong lahirnya tindakan-tindakan luar biasa. Berawal dari sebuah rasa, untuk terus menghidupkan bara api semangat sesama.

“Untuk kaum sehat tak ada kerugian, untuk kaum sakit adalah HARAPAN HIDUP”, inilah kalimat yang senantiasa digaungkan oleh komunitas yang dibentuk pada 21 Nopember 2011 silam. Memang belum lama, tapi kiprahnya sudah menggapai beberapa kota. Digawangi oleh semangat-semangat muda, Komunitas Blood for Others hadir sebagai mitra sesama, penyambung asa.

Selain memiliki basis donor on call yang tersusun sistematis, ada beberapa kegiatan positif telah ditelurkan, misalnya pemberian bingkisan untuk para penderita kanker. Tak hanya bingkisan, mereka datang dengan senyuman dengan harapan menularkan senyum itu kepada para penderita kanker yang mungkin sudah lama lupa cara menyunggingkan sebuah senyuman. Sederhana nampaknya, tapi itu sungguh luar biasa. Dekat dan bersahabat…

Menggandeng Yayasan Thalassemia Indonesia/Perhimpunan Orangtua Penyandang Thalassemia Indonesia (YTI/POPTI) cabang Yogyakarta dan beberapa elemen lain, Komunitas Blood for Others turut menggeber acara skrining thallasemia  pada 14 Desember 2013 lalu. Acara ini digelar di Bank OCBC NISP bersamaan dengan pemberian beasiswa untuk para thaller.

Luar biasa! Itu kata yang bisa terucap untuk semangat  dan pengabdian mereka. Dan ini bukanlah akhir sebuah pencapaian, melainkan sebuah hasrat dari cita-cita dan impian. Teruslah melangkah wahai Pahlawan Kemanusiaan!


Penulis:
Priyambodo 

Terimakasih Sudah Berkunjung

Share This Post

Comments

    Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 komentar:

Posting Komentar