Faktor Pengaruh Berhasil Tidaknya Personal Branding

Sebagaimana kami sampaikan pada artiker sebelumnya (dapat anda baca disini), bahwa membangun personal branding adalah pekerjaan yang gampang-gampang susah. Gampang jika memang dilakukan seraca konsisten dan kontinyu dan susah jika hanya dilakukan setengah-setengah. membangun personal branding dengan intens akan berdampak pada berhasilnya strategi personal branding. Personal brand akan menguat dan banyak dikenal masyarakat seiring dengan semakin gencarnya kita membangun personal branding. Bagaimana cara membangun personal brand dengan baik dapat dibaca pada artikel sebelumnya disini.

Tidak terlepas dari upaya pembangunan personal branding yang sedang dilakukan. Ada beberapa hal yang patut diperhatikan dalam langkah membangun personal branding. Hal ini merupakan salah satu faktor penting yang juga dapat menentukan berhasil tidaknya strategi membangun personal branding. Faktor tersebut berasal dari dalam diri sendiri, diantaranya adalah:

Passion
seperti halnya kami jelaskan pada artikel sebelumnya, sebelum membangun personal branding baiknya kita mengenali diri sendiri terlebih dahulu dan passion adalah salah satu di dalamnya. Passion dapat didefinisikan sebagai ketertarikan/gairah seseorang pada suatu bidang atau aktivitas tertentu. Seseorang yang telah menemukan passionnya sendiri maka orang tersebut akan fokus pada apa yang menjadi passionnya. 

Dalam membangun personal branding, passion memberikan pengaruh yang cukup besar. Passion erat berkaittan dengan personal brand yang hendak kita jual. Passion akan menjawab sebuah pertanyaan ingin sebagai apa saya ingin di kenal olah masyarakat luas?dan itulah passion yang kita miliki. Personal branding yang ingin dibangun adalah passion yang dimiliki. Passion seseorang sangat beraneka, dan bisa jadi berbeda antara satu dengan lainnya. dari situlah akan muncul kekhasan atau keunikan dari seseorang yang ingin dibranding.

Berbicara mengenai passion, sudahkah kita memiliki passion tersendiri? Jika belum, maka sebaiknya secepatnya kita tentukan pada passion apa kita tertarik. Tanya pada diri sendiri bidang atau aktivitas apa yang paling dicintai.  Setelah kita benar-benar menemukannya, maka kita akan menjalankan aktifitas mengenai passion kita tadi dengan semangat yang tinggi, dengan gairah yang tinggi. Di dalam diri akan tumbuh sebuah antusiasme yang besar dalam menjalaninya.

dalam beberapa khasus, orang cenderung peraya pada orang orang yang memiliki antusiasme tinggi. berbeda jauh jika dibandingkan dengan orang-orang yang pesimis. Hmmm bagaimana orang lain dapat percaya pada diri kita jika kita sendiri saja tidak percaya dengan apa yang kita jalankan.

Integritas
Seperti halnya kami sampaikan pada artikel sebelumnya, bahwa interigitas adalah sumber kehidupan dari personal branding. Orang cenderung akan lebih percaya kepada seseorang yang memiliki integritas yang baik. Hal ini sangat baik guna mengkomunikasikan diri sendiri kel khalayak umum. 

Menurut Henry Cloud, membicarakan integritas berarti membicarakan orang secara utuh, terpadu, dan seluruh bagian dari diri orang. Atau secara mudahnya, integritas adalah sebuah kepercayaan yang diberikan seseorang karena pekerjaanya baik atau bisa dikatakan “bekerja dengan kekuatan penuh”.

Keahlian/Keunikan
Salah satu faktor yang juga berpengaruh berhasil tidaknya pembangunan personal branding adalah keahlian/kualitas/keunikan yang melekat pada diri sendiri. Seperti halnya kami jelaskan di atas, passion yang kita miliki harus terus dipupuk sehingga menjadi ahli pada passion tersebut. Jika kita memiliki keahlian tertentu, maka akan dengan mudah kita dapat membranding diri kita sesuai dengan keahlian tersebut. 

Dalam membangun personal branding, keahlian adalah syarat mutlak yang harus dimiliki. Jika kita tidak memiliki keahlian, lantas apa yang akan kita branding? apa yang akan kita jual? Jadilah ahli dalam satu bidang yang sesuai dengan passion kita. Usahakan keahlian tersebut menjadi keunikan tertentu sehingga semakin menjual lagi. Terus menerus belajar menjadi lebih baik adalah kunci dari berhasilnya strategi membangun personal brand. Terus lakukan inovasi sehingga kita benar-benar menjadi orang dengan personal branding yang kuat.

Terimakasih Sudah Berkunjung

Share This Post

Comments

    Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 komentar:

Posting Komentar