Tahukah Kita Apa itu Business Continuity Plan?

Diantara Kita ada yang tahu atau pernah mendengar apa itu Business Continuity Plans (BCP)? Kami rasa belum pernah mengetahuinya, Kami pun baru beberapa hari ini mengetahuinya. 

Business Continuity Plan merupan sebuah rencana bagaimana suatu organisasi/perusahaan sekala mikro, kecil, maupun menengah juga koperasi (KUMKM) mampu bertahan dalam menghadapi bencana yang terjadi. Atau bahasa sederhanya, bagaimana KUMKM mampu bertahan dalam situasi bencana.

Seberapa perlunya BCP bagi KUMKM Indonesia? Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Indonesia merupakan negara yang berada di kawasan Ring of Fire, dimana potensi terjadinya bencana sangat alam sangat tinggi. Beberapa bencana yang sering diantaranya gempa bumi, sunami, gunung meletus, banjir dll.

Dalam upaya mengantisipasi terjadinya bencana alam, penerapan BCP bagi KUMKM sangat dibutuhkan. Dalam kondisi bencana, KUMKM di Indonesia sering kali mengalami stagnan bahkan mengalami kemunduran bahkan parahnya lagi akan hancur tidak tersisa. Kalau dapat kami simpulkan,  kebanyakan KUMKM belum siap menghadapi bencana. Ibarat kata 'bencana datang usaha meradang'.

'Perencanaan bisnis saja belum punya apalagi perencanaan berkelanjutan bisnis (BCP). Mikir usaha saja sudah pusing apalagi mikirin yang lainnya'. Begitulah sekiranya potret KUMKM kita.

Mengingat tingginya potensi bencana di Indonesia, pemasyarakatan Businees continuity Plan perlu digalakan. BCP bermanfaat ketika tiba-tiba terjadi bencana alam. Bencana alam tidak pernah dapat kita tebak kapan akan terjadi, bencana ya bencana saja. Biarin bencana alam terjadi, yang penting adalah bagaimana KUMKM mampu bertahan dan bangkit setelah bencana terjadi.

Sepeti yang telah kami singgung di atas, konsep BCP adalah perencanaan bagaimana kumkm mampu bertahan dalam kondisi bencana dan terus berkembang. BCP dapat dilaksanakan di beberapa bagian bisnis, logistik, managemen, database, pemasaran, produksi, dll. 

Bagian logistik bisa dengan perencanaan bagaimana ketika bencana terjadi pasokan bahan baku tidak terganggu. Bagian database bisa dengan perencaan bagaimana ketika terjadi bencana data base tidak down karena server rusak. Bagian pemasaran bisa dengan perencanaan bagaimana ketika terjadi  bencana permintaan produk tidak berkurang. Bagian produksi bisa dengan perencanaan bagaimana ketika terjadi bencana proses produksi bisa tetap berjalan, dll. 

Begitulah pentingnya penerapan Business Continuity Plan bagi keberlanjutannya usaha dalam menghadapi bencana. Tujuannya tidak lain adalah agar KUMKM mampu meneruskan roda bisnisnya, syukur-syukur bisa terus berkembang.

Artikel ini kami tulis di perjalanan menuju bandara Internasional Soakarno-Hatta dari Kuningan. Semoga bermanfaat. Salam

Terimakasih Sudah Berkunjung

Share This Post

Comments

    Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 komentar:

Posting Komentar