Bersinergi Mengembangkan KUMKM melalui Perpustakaan

Seperti sebuah ungkapan, bersama akan lebih memberikan makna. Begitulah sekiranya apa yang tergambar dalam benak penulis tatkala ikut membantu di program Perpuseru Coca-Cola Foundation Indonesia. Perpuseru adalah sebuah program yang dirancang guna meramaikan perpustakaan yang pada ahirnya salah satunya guna memberikan dampak positif di bidang ekonomi yaitu meningkatnya taraf hidup masyarakat di sekitar perpustakaan.

Memang terkesan tidak nyambung pada awalnya, bagaimana perpustakaan mampu memberikan peningkatan taraf hidup masyarakat. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa perpustakaan itu tidak jauh dari sekedar baca buku. Bahkan pada waktu penulis masih usia sekolah dasar sampai menengah, perpustakaan itu ibarat tempat yang angker. Bagaimana tidak, sering kali masuk perpustakaan selalu yang terlihat pertama kali adalah tulisan "Harap Tenang". Setelah itu, petugas perpustakaan seolah selalu memperhatikan siapapun yang masuk ke perpustakaan, seakan pandangan mereka tidak pernah lepas dari setiap pengunjung. Ibarat burung elang yang sedang mengintai mangsanya. Ribut sedikit langsung ditegur, seolah perpustakaan adalah tempat bersemedi raja jaman dahulu yang butuh keheningan dan ketenangan.

Perpuseru mampu membuktikannya, mampu menjungkirbalikan fakta perpustakaan konsep lama dengan perpustakaan ala saat ini. Perpuseru mampu membuat rame para pegiat perpustakaan di daerah. Perpustakaan yang awalnya terkesan angker saat ini menjadi pusat kegiatan masyarakat. Bahkan semua kegiatan masyarakat mampu diakomodir di perpustakaan. Luar biasa.

Sekitar setengah tahun yang lalu, penulis dikenalkan dengan Perpuseru oleh senior sekaligus guru di pendampingan Koperasi, Usaha, Mikro, Keci, dan Mengah (KUMKM), Cak Samsul Hadi. Beliau mengikutsertakan kami dalam roadshow pemanfaatan IT bagi KUMKM di berberapa kota di Indonesia. Awalnya sempet kaget, kok bisa perpustakaan daerah melaksanakan seminar pemanfaatan IT bagi KUMKM dengan peserta pelaku KUMKM di daerah tersebut. Awalnya sepet shok ketika berkunjung ke Perpusda kab. Gunungkidul yang disana ada seperangkat alat gamelan komplit dengan panggung di sekitaran rank buku dan parahnya lagi, di jam-jam kunjungan gamelan tersebut dioperasikan sehingga melantunkan tembang jawa yang cukup indah. "Oooo,,,,, begini to perpustakaan sekarang ITU?" Sangat jauh berbeda dengan perpustakaan yang sempat penulis bayangkan bahkan rasakan.

Setelah selesai mengikuti program Perpuseri CCFI tahap pertama di bidang pengembangan KUMKM terutama pada roadshow seminar pentingnya teknologi informasi bagi KUMKM, penulis berkesempatan untuk ikut di tahap kedua. Lebih ekstrem lagi di banding tahap pertama. Melihat dampak yang cukup positif dari program tahap pertama, Perpuseru menginginkan program ini jauh lebih bisa bermanfaat bagi masyarakat luas. Kalau pada tahap pertama berbasis perpustakaan daerah kab/kota, tahap kedua berbasis pada perpustakaan desa. Harapannya layanan Teknologi Informasi mampu dijangkau oleh masyarakat sampai ke pedesaan.

Salah satu sasaran program Perpuseru adalah wirausaha. Program yang dilaksanakan perpustakaan diharapkan mampu memberikan dampak peningkatan pendapatan dari wirausaha tersebut, dan masyarakat panda umumnya. Sebagai seorang pendamping KUMKM, penulis merasa mendapatkan kesempatan lebih besar untuk bertindak yang lebih bagi pengembangan KUMKM di daerah. Betapa tidak, Coca-Cola Foundation Indonesia melalui program Perpuseru memberikan fasilitas yang sangat lengkap kepada perpustakaan, fasilitas berupa tiga unit komputer beserta perlengkapannya dan pengembangan SDM perpusdes melalui pelatihan Komputer dan Internet dasar juga pelatihan setrategi pengembangan perpustakaan berbasi IT. Harapannya setelah dilatih, para pengurus perpustakaan desa bisa meneruskan ke masyarakat sekitar perpustakaan, terutama untuk KUMKM.

Melihat potensi yang sangat besar, sebagai salah satu bagian dari Pusat Layanan Usaha Terpadu KUMKM (PLUT-KUMKM) D.I. Yogyakarta yang memang konsen pada pengembangan KUMKM di DIY, penulis berharap program ini bisa disinergikan lebih jauh. Perpustakaan melalui Perpuseru mempunyai fasilitas komputer yang lengkap beserta akses internetnya, di sisi lain PLUT-KUMKM DIY mempunyai SDM dalam pendampingan KUMKM di bidang Internet Marketing, maka tinggal ditarik benang merahnya saja, keduanya bisa menciptakan program pelatihan internet marketing bagi pelaku KUMKM di sekitar perpustakaan.

Lantas kenapa harus dengan internet marketing? Perkembangan teknologi informasi ahir-ahir ini sangat pesat sekali. Hal ini banyak mempengaruhi kehidupan masyarakat, termasuk pola belanja kebutuhan mereka. Orang cenderung menggunakan internet guna mencari sesuatu, termasuk untuk jual-beli suatu barang. Tercatat dari beberapa sumber, nilai transaksi belanja online per semester awal tahun 2014 mencapai lebih dari 100 Triliun, nilai yang sangat fantastis.

Selain itu, pertumbuhan penggunaan hand phone selalu meningkat pesat dari tahun ke tahun, bahkan melebihi jumlah penduduk Indonesia. Itu artinya satu orang bisa memiliki lebih dari satu HP. Dari lebih 200 Juta hand phone tadi, sekitar 70 juta lebih HP tersebut support terhadap internet. Dan Itu adalah peluang pasar yang harus dintangkap KUMKM.

Benar adanya kalau dikatakan SDM KUMKM kita cenderung masih lemah, terutama di bidang penguasaan IT. Namun penulis sangat optimis KUMKM Indonesia mampu menembus batas dengan belajar dan terus belajar. Apa lagi saat ini sudah ada perpustakaan yang siap memfasilitasi KUMKM di bidang IT. KUMKM tinggal datang saja ke perpustakan untuk mempelajarinya. Tanpa dipungut biaya sepeserpun, KUMKM bisa memanfaatkan fasilitas yang sangat lengkap di perpustakaan. Harapnya, KUMKM mampu mengembangkan SDM di bidang IT sehingga pada ahirnya memberi dampak peningkatan ekonomi pada usahanya serta peningkatan taraf hidup pelaku KUMKM.

Terimakasih Sudah Berkunjung

Share This Post

Comments

    Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 komentar:

Posting Komentar