Menumbuhkan Rasa Cinta pada Negara

Tangga 23 Desember 2014 lalu, saya bersama rekan berkesempatan menghadiri acara peringatan hari ibu yang di selenggarakan oleh Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) DI Yogyakarta di Balai Pamungkas. Sebagai bentuk peringatan hari ibu, IWAPI mengadakan semacam bajar produk, fashion show, seminar, dll yang semua bertemakan ke-ibu-an.

Dari satu rangkain acara yang IWAPI laksanakan, ada satu sesi yang membuat saya sempat kaget dan tercengan. Sudah berapa lama saya tidak pernah mengikuti rangkain seperti ini. Ingatan saya melayang beberapa tahun ke belakang saat masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Ya, sudah sekitar 7 tahun saya tidak pernah mengalami prosesisi ini.

Bukan acara yang aneh-aneh yang saya maksud, dalam rangkaian pembukaan acara peringatan hari Ibu, IWAPI menyuguhkan para hadirin layaknya pada saat upacara bendera, minus pengibaran bendera saja. Dalam rangkaian pembukaan, peserta diajak untuk menyanikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mengheningkan Cipta, pembacaan Pancasila, dan Pembukaan UUD '45.

Sudah 7 tahun lebih saya tidak mengikuti prosesi ini, membuat saya mengenang masa-masa itu. Dan satu yang lebih menohok lagi, ada semacam perasaan yang berbeda yang saya rasakan. Pikiran saya melayang menggambarkan keadaan negeri ini saat ini, kemiskinan, bencana alam, kekerasan, dll. Seakan sedih bercampur cinta terhadap negeri ini. Sedih karena negeri ini belum mampu memberikan kesejahteraan menyeluruh kepada rakyatnya. Cinta karena memang negeri ini adalah tanah air. Cinta karena ingin melihat negeri ini mampu mensyejahterakan rakyatnya.

Entah kapan lagi saya bisa merasakan hal-hal seperti itu lagi. Hemat saya, perasaan-perasaan seperti itu sangat dibutuhkan oleh rakyat Indonesia. Cinta terhadap negeri sendiri. Kalau semua rakyat sudah memiliki kecintaan yang dalam maka kemakmuran negeri hanya tinggal menunggu waktu. Tidak ada lagi kekeraran, korupsi, penjarahan, kemiskinan dll.

Adakah memang perlu diadakan ritual upacara bendera setiap minggu atau bulannya untuk menumbuhkan kecintaan pada negeri. Hal ini saya pikir bukan kemustahilan. Bisa dilaksanakan. Atau mungkin tidak perlu upacara bendera, cukup dengan membuat acara yang bertajuk cinta negeri yang penayangannya bisa di media televisi nasional atau lokal seminggu sekali. Menyuguhkan beratnya perjuangan para pahlawan negeri, menyuguhkan cita-cita besar para pendiri bangsa, atau menyuguhkan bahwa bangsa ini adalah bangsa yang besar.

Saya yakin, jika rasa cinta rakyat terhadap negeri ini besar, maka kemakmuran dan kejayaan negeri ini bukan goresan hitam di kertas saja.

Selamat hari ibu bagi para ibu diseluruh Indonesia. Jasamu tak akan pernah tergantikan sepanjang masa.

Terimakasih Sudah Berkunjung

Share This Post

Comments

    Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 komentar:

Posting Komentar