Idul Fitri Berbingkai Lautan Maaf Lebaran

Di negara kita, Idul Fitri identik dengan migrasi masal penduduk dari suatu kota ke suatu desa/kampung halaman. Ribuan orang berduyun-duyun memindahkan diri. Jauh-jauh hari mereka berebut tiket karena takut tidak kebagian jatah. Itulah Mudik, pemandangan yang masif hanya terlihat sekali dalam satu tahun, yaitu hari raya idul fitri.

Sama seperti kebanyakan lainnya, saya yang mengais rejeki tidak di kampung halaman sendiri harus mudik di lebaran ini. Kali ini saya mudik ke kampung halman istri. Inginya sih mudik ke kampung di Lampung sana. Kondisi istri yang sedang hamil tidak memungkinkan menempuh perjalanan yang terlalu jauh sehingga untuk tahun ini saya kembali ke kampung halaman istri di Trenggalek.

Suasa lebaran di kampung memang berbeda. Aroma kebersamaan, kerukunan, dan saling berbagi sangat kental sekali. Betapa tidak, semua anggota keluarga kumpul, ramai-ramai keliling kampung dari rumah ke rumah untuk bersilaturahim, untuk saling bermaafan.

Keluarga yang jauh, kerabat nan jauh, mitra kerja, berduyun-duyun berdatangan ke rumah. Yang muda mendatangi yang tua, sebuah bentuk penghormatan permohonan maaf saat Idul Fitri. Yang tidak bisa pulang kampung mengudara melalui saluran komunikasi handphone. Semuanya larut dalam lautan maaf Idul Fitri.

Fitri artinya kembali kepada kesucian diri dari perbuatan yang tidak terpuji. Suci kembali ke fitrah manusia pada saat dilahirkan yang tiada membawa dosa sedikitpun. Suci kembali ke titah manusia yang ibaratnya tanpa busana dosa.

Suci manusia terhadap Tuhannya insya allah diijabah pada saat melaksanakan ibadah puasa dalam satu bulan penuh. Namun suci manusia terhadap sesama hanya bisa dicapai tatkala pintu maaf dari sesama terbuka selebar-lebarnya saling memaafkan satu dengan lainnya.

Itulah mengapa Idul Fitri terkenal di masyarakat kita dengan sebutan LEBARAN. Karena memang pada saat ini orang berlomba membuka pintu maaf bagi sesama selebar-lebarnya sehingga tiada sekat dengki dan iri hati. Selamat berlebaran.

Terimakasih Sudah Berkunjung

Share This Post

Comments

    Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 komentar:

Posting Komentar