Rebut Pasar Dengan Nilai Pembeda Produk


Imam Syafi'i - "Bila ingin produk sukses pada saat masuk pasar, maka pemasar harus membuat produk yang punya diferensiasi / nilai tambah atau memuat sebuah katagori baru."

Pernyataan ini sangat sesui dengan konsep bisnis model, dimana setiap produk yang ingin dipasarkan memang sudah selayaknya mempunyai nilai lebih tersendiri dibandingkan dengan produk-produk sejenis yang ada dipasarkan.

Menjual produk tanpa diikuti dengan nilai pembeda sama artinya melakukan pekerjaan yang bisa dikatakan sia-sia. Kalau saja kita menjual produk yang sama persis dengan yang ada dipasarkan maka secara tidak langsung kita langsung menantang produk yang sama yang lebih duluan eksis. Tentu ini membutuhkan energi yang sangat besar.

Di sisi lain, konsumen cenderung melihat produk tersebut sebagai produk peniru produk sebelumnya. Meniru bukan hal yang haram selama itu tidak melanggar aturan HKI. Namun alangkah baiknya jika produk yang ditiru tersebut memiliki nilai pembeda dibandingkan produk terdahulu. Meniru bolek, asal tidak plek. Hal ini sesuai dengan prinsip ATM, Amati Tiru Modifikasi.

Modifikasi inilah nantinya yang diharapkan menjadi nilai lebih atau pembeda dengan produk-produk terdahulu. Dengan demikian, konsumen bisa mempunyai perbandingan mana sekiranya produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Bisa jadi dengan pola Modifikasi ini malah menghasilkan produk dengan kekuatan baru dan justru malah sangat diterima konsumen.

Contohnya, dulu awal pertama kali keluar produk minuman energi dalam bentuk botolan seperti merek "Kratingdeng", "Phanter" dll. Lalu tak lama kemudian ada inovasi lain dari minuman energi, dalam bentuk saset "Ekstrajoss" yang hingga ahirnya merebut pasar dari minuman energi.

Lantas tak lama kemudian munculah "Kuku Bima Energi". Dengan kejeliannya menonjolkan sosok almarhum mbah Marijan yang sangat terkenal berkat erupsi gunung Merapi, "Kuku Bima Energi" mampu merangsek pasar merebut pasar minuman energi.

Nilai pembeda dapat diciptakan dari sisi mana saja dari produk. Yang terpenting adalah bekali produk yang ingin kita pasarkan dengan nilai lebih, dengan pembeda dibandingkan produk terdahulu.

"Kalau saja kita memasarkan produk yang sama dengan produk lain, lantas apa yang menjadi pertimbangan konsumen untuk memilih produk Anda?"

#BrandBooster #GrowthHacker #PakagingParnet www.rumahbrandingjogja.com

Terimakasih Sudah Berkunjung

Share This Post

Comments

    Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 komentar:

Posting Komentar