Tiga Komponen Pokok Dalam Branding

Oleh: Imam Syafi'i


Pada tanggal 21 September 2015 lalu saya memposting mengenai tiga hal pokok yang harus ada dalam branding di salah satu fans page yang kami kelola, Rumah Branding Jogja. Dalam postingan tersebut saya mengulas tiga kompenen pokok dalam branding, apa saja itu?

Dalam sebuah branding, harus mencakup tiga hal pokok diantaranya dalam sebuah branding itu harus mencakup Physical. Sebuah branding harus mampu memperlihatkan kenampakan fisik dari obyek yang dibranding. Apapun wujud yang mau dibranding, baik produk, jasa, maupun personal. Semuanya harus mempu menjelaskan secara fisik, bisa dilihat, bisa dibaca, atau bisa didengar.

Komponen kedua yang harus ada dalam branding adalah Character. Sebuah branding harus menjunjukan karakteristik dari produk, jasa, atau personal yang mau dibranding. Semakin khas produk, jasa, maupun personal menunjukan karakteristiknya maka akan semakin memiliki daya tarik terhadap para audiens target pasar.

Komponen terahir yang harus ada pada sebuah branding adalah Style atau gaya dari branding yang ingin ditunjukan. Setiap produk, jasa, atau personal pasti memiliki style yang berbeda. Hal ini sah-sah saja dalam branding, yang terpentinga dalah style tersebut harus mampu memprsentasikan branding yang ingin dibangun.

Dari ketiga komponen tersebutlah sebuah branding dapat direpresentasikan. Ketika ketiganya dikonsep secara matang maka akan semakin cepat kita dalam membangun branding. Membangun branding sudah barang tentu memiliki tujuan tertentu apa pun itu, entah dalam rangka kampanye untuk menarik orang dalam pemilihan umum, entah itu untuk meningkatkan prestise dari sebuah produk sehingga orang akan sudak dan bangga mengenakan produk tertentu, atau untuk menciptakan kepercayaan terhadap sebuah layanan tertentu, atau guna meningkatkan kepercayaan konsumen sehingga meningkatkan nilai penjualan. Entahlah yang mana tujuannya, namun yang pasti ada satu hal yang pasti ingin dicapai ketiga kita membangun branding. Mau seperti apa persepsi publik atau ikatan konsumen terhadap sebuah produk, jasa, maupun personal yang ingin dibangun.

Ya, persepsi publik atau ikatan konsumen yang diinginkan terhadap sebuah produk, jasa, maupun personal. Itulah yang disebut branding. Branding itu milik produk, jasa, atau seseorang, namun letaknya ada di orang lain. Sederhananya begini, misalnya saya ingin mempersepsikan bahwa saya baik maka saya akan berusaha menunjukan bawa saya itu baik sehingga orang lain mampu mempersesikan yang sama, bahwa saya itu baik.

Kembali ke soal postingan di fans page tadi, postingan saya di fans page Rumah Branding Jogja lantas saya sebarkan ke berbagai group facebook yang saya ikuti. Tepatnya pagi tadi ketika saya mau berangkat solat idul adha ada notifikasi di layar Hp saya, rupanya dari aplikasi Facebook. Notifikasinya ada komentar di postingan fans page Rumah Branding Jogja yang saya sebar ke salah satu group Facebook. Komentarnya kurang lebih menyayangkan saya memberikan contoh yang mungkin tidak patut dicontoh buat si komentatornya.

Memang pada postingan di Fans Page Rumah Branding Jogja tersebut saya mencontohakan terkait tiga komponen branding di atas terhadap diri Pak Jokowi. Bukanya niat berkampanye karena memang bukan waktunya untuk berkampanye, tidak ada agenda pemilihan presiden. Bukan juga sebagai seorang simpatisan karena memang saya bukan simpatisan dari partai manapun atau tokoh manapun. Saya hanya mencoba melihat beliau dari kaca mata branding. Kira-kira seperti ini postingan saya di fans page tersebut:

"3 Hal yang harus ada dalam Brand: 

1. Physical
2. Character
3. Style


Physical
Sebuah brand harus mampu dijelaskan secara fisik. Secara publik harus bisa membayangkan sosok brand yang sedang dibangun. Contohnya: Pak Jokowi, secara fisik beliau laki-laki yang santun dan merakyat.

Character
Sebagai sebuah brand, maka harus memiliki karakter yang khusus. Karakter yang mencerminkan siapa dia. Contohnya: Sebagai laki-laki yang santun dan merakyat, Pak Jokowi mempunyai karakter sabar namun tegas dan mendekat ke rakyat.

Style
Brand harus mempunyai gaya tersendiri yang menggambarkan brand itu sendiri. Contohnya, Pak Jokowi mempunyai gaya sederhana dalam berpakaian (menggunakan kemeja putih dengan lengan digulung) dan sering blusukan.

Begitulah sebuah brand mencangkup tiga hal yang tidak bisa dipisahkan, fisik, karater, dan gaya."

Begitulah sekiranya yang saya tangkep dari seorang Jokowi ingin dipersepsikan di mata orang lain dalam bentuk branding. Terlepas berhasil atau tidaknya, yang jelas beliau mampu menarik simpati publik untuk memilihnya menjadi presiden. Wallahua'lam.

Saya mengabil contoh Jokowi karena memang dalam pertimbangan yang saat ini sedang menjabat sebag presiden. Namun kalau ditanya bisa tidak contohnya orang lain saja? Tentu jawaban saya pasti bisa.

Mungkin si komentator yang tidak berkenan saya mengambil contoh pak Jokowi karena branding pak Jokowi tidak berhasil terhadap si komentator. Atau bisa jadi si komentator adalah salah satu yang berasal dari kelompok like or dislike, Lover atau Hater terhadap Pak Jokowi, entahlah saya tidak mau berprasangka dia berposisi dimana.

Biar adil dan si komentator tadi tidak berprasangka buruk terhadap saya maka dalam prostingan ini saya ingin memberikan contoh lain terkait penerapan ketiga komponen dalam branding, Physical, character, dan Style.

Contoh Branding: Ridwan Kamil (Walikota Bandung)
Secara fisik (Physical), Ridwan Kamil merupakan seorang laki-laki muda yang Keren dan Trandy. Dari sisi Karakternya (Character), Ridwan Kamil menunjukan sifat Santun, Berwibawa, dan Kreatif dalam berfikir, dan Tegas dalam kebijakan. Dari sisi Style atau gaya dalam kesehariannya, Ridwan Kamil selalu menunjukan bahwa dia laki-laki yang trandy namun moderen, bepakaian rapi, pakai jas, pakai peci.

Contoh Branding: Rokok Jarum Super Mild
Secara fisik (Physical) merupakan produk dari tembakau. Dari Karakteristik (Character) yang ingin ditunjukan adalah Berjiwa Muda Yang Suka Tantangan danTraveler. Dari sisi Style atau gaya maka yang ditunjukan adalah Penyuka Olahraga dan penyuka jalan-jalan. Maka pemilihan iklan dari Jarum Super Mild didominasi oleh Anak muda yang sedang berolahraga Flyboarding di sebuah distinasi wisata.

Semoga kedua contoh di atas bisa melengkapi contoh pertama saya di fans page Rumah Branding Jogja yang sempat disayangkan oleh salah seorang komentator. Semoga bermanfaat.

Salam
Imam syafi'i
Founder: Rumah Branding Jogja

Terimakasih Sudah Berkunjung

Share This Post

Comments

4 komentar:

  1. Suwun mbak lia sudah mampir :D. masih di sumatera?

    BalasHapus
  2. bagus sekali ulasanya, terimakasih sahabatKu Mas ImaM

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siaapppp mas dedi, terimakasih sudah mampir

      Hapus