Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

Imam Syafi'i - Beberapa hari yang lalu ada pelaku usaha yang bertanya ke saya, "Mas, gimana sih cara menentukan harga jual produk yang pas?". Sebelum saya menjawab pertanyaan pelaku usaha tadi, saya balik bertanya kepada teman dari pelaku usaha tadi yang juga seorang pelaku usaha dengan produk fashion dari kulit. "Mbak, berapa kali lipat Anda menjual produk dibandingkan dengan HPP produk anda?"

"Saya naikan empat kali lipatnya mas." Jawabnya tegas. "Waw" kata penanya tadi.

Ya,,, kalau saya boleh bilang, sebenarnya tidak ada standar khusus harus berapa persen sebuah harga produk harus dinaikan dari harga pokok. Berapa harga jual produk sebenarnya tergantung dari produk itu sendiri.

Maksudnya begini, dalam menentuka harga jual produk yang pertama harus jadi pertimbangan adalah nilai tawar dari produk yang akan ditawarkan kepada konsumen. Dengan harga tertentu, kira-kira produk akan mendapat kepuasan seperti apa?  Jangan sampai ekspektasi terhadap produk jauh dibawah uang yang konsumen keluarkan untuk membeli produk tersebut.

Pertimbangan kedua adalah dari Konsumen itu sendiri. Segegmentasi konsumen mana sebenarnya yang dijadikan sasaran dari produk yang akan dijual. Semakin jelas segmenntasinya semakin lebih mudah juga kita menentukan harga jual produk. Ilustrasinya kira-kira seperti ini sebuah produk dikhususkan untuk segmentasi pasar ekonomi menengah ke bawah, namun harga jual produk yang ditawarkan diatas rata-rata harga pasaran. Kemungkinannya adalah produk tersebut akan kecil sekali terserap oleh pasar, karena pada segmentasi ini pengaruh harga sangat ental sekali. Sama-sama makan, mereka akan cenderung suka membayar dengan yang lebih murah dan tentu harapannya enak.

Pun halnya dengan produk yang disasarkan ke segmentasi ekonomi menengah. Harga yang terlalu rendah justru akan mengesankan produk yang ditawarkan ke segmentasi ini menjadi murahan. Kita mahfum bahwa rata-rata kecenderungan belanja pada segmentasi ini adalah prstise, mereka tak masalah membayar dengan harga yang lebih mahal namun mengenyangkan batin dan mata mereka. Jika memang produk disasarkan ke kelompok ini maka harus berani pasang harga yang lebih tinggi dan tentu harus disertai dengan kualitas dari produk itu sendiri. Dengan membayar yang lebih tinggi nilai apa yang akan dia dapat.

Pertimbangan berikutnya adalah pesaing. Seberapa besar pesaing menentukan harga jualnya. Akan bermain harga di atasnya atau di bawahnya. Jika di atasnya berarti produk paling tidak dapat bersaing dengan produk pesaing tersebut bahkan melebihi. Jangan sampai, harganya lebih mahal namun produknya dibawah pesaing. Jika hal itu terjadi tentu konsumen akan lebih mempertimbangkan produk pesaing.

Harga jual produk tentu sangat dipengaruhi oleh proses produksi dan proses bisnis itu sendiri. Berapa biaya komponen utama dan pendukung sehingga keluar harga pokok produksnya (HPP) berapa. Dari HPP inilah nantinya kita akan menambahkan angka tertentu sebagai harga jual produk.

Tidak ada patokan khusus berapa kita harus menentukan harga jual produk. Mau dinaikan 25%, 50%, 100% atau bahkan empat atau lima kali lipat silahkan saja. Yang terpenting adalah kita tahu nilai dari produk yang kita tawarkan sesuai dengan ekspektasi produk yang akan dibangun dan diberikan ke konsumen. Dan jauh lebih penting lagi adalah kita tahu siapa yang akan membeli produk kita dengan harga yang kita tawarkan. Mengenai hal ini saya ada sedikit cerita menarik dari lapangan.

Saya banyak menemui pelaku UMKM dengan produk yang bisa dibilang berkualitas namun tidak cukup sukses menembus pasar. Penyebabnya adalah tidak tepatnya dalam membidik pasar. Banyak yang menawarkan produk kepada orang yang tidak membutuhkan. Semua orang ditawari produknya. Alhasil jangankan pembelian, penolakan bertubi-tubi pasti terjadi. Dan tentu proses yang seperti ini akan bayak mengeluarkan energi yang bisa jadi sia-sia. Akan lebih efektif menawarkan produk pada segementasi yang tepat dibandingkan menggarap pasar yang luas. Pun seumpama tetap memilih segmentasi umum/semua kalangan maka yang harus dipertimbangkan adalah di strategi pemasarannya harus jitu sehingga banyak yang akan membeli produk tersebut.

Terimakasih Sudah Berkunjung

Share This Post

Comments

    Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 komentar:

Posting Komentar