Pembeda Abadi Menentukan Kesuksesan Bisnis

Siang menjelang sore tadi saya dan rekan-rekan menyempatkan mampir ke salah satu rujukan kuliner berbahan dasar kambing, kambing muda. Tujuan utamanya sebetulnya bukan ke warung ini sih. Takziah ke rumah salah satu rekan kantor yang ayahandanya dipanggil ke rahmatullah semalem adalah tujuan utama kami melakukan perjalan ke Bantul hampir ujung tenggara.

Rute yang satu jalur maka disepakati habis takziah langsung ke warung ini untuk santap siang.

Adalah warung sate klatak Pak Pong, salah satu kulineran favorit rekan-rekan dikantor. Maka tak jarang meski dalam jalur yang tidak sejalur dengan lokasi warung ini kami bela-belain untuk mampir ke warung yang satu ini. Apalagi siang tadi yang melintasi hampir satu jalur perjalanan. Tentu saja dengan senang hati kami belokan kendaraan kami kesana :D.

Seperti biasanya, warung ini tak pernah sepi setiap harinya. Terlebih di waktu-waktu jam makan siang.
Konon katanya 2006 lalu saat gempa Jogja yang meluluhlantakan sebagian besar daerah bantul, warung sate klatak ini merupakan satu-satunya warung makan yang buka di daerah jejeran, Bantul. Tentu yang pada saat itu banyaknya relawan yang datang ke jogja tersuplai kebututuhan makannya salah satunya dari warung sate klatak ini. Dari situlah perlahan-lahan menjadi viral yang ahirnya mendatangkan banyak konsumen penikmat kuliner kambing.

Gempa membawa berkah itu iya, namun kalau saya melihat sebenernya gempa jogja 2006 hanya salah satu penyebab ramainya warung ini. Selebihnya tentu ada hal lainnya.

Jika dibandingkan dengan warung sate klatak lainny di daerah ini memang sepenilaian saya soal rasa yang paling baik. Daging olahan kambingnya benar-benar maknyus. Apa lagi tengklengnya, bumbunya merasuk ke tulang-tulangnya. Hal inilah yang menurut hemat saya menjadi faktor penting menjadi rujukannya kulineran yang satu ini.

Dalam bisnis sudah barang tentu adalah bagaimana menghadirkan nilai pembeda. Atau dalam bahasa sederhanya nilai lebih produk. Kira-kira apa yang menyebabkan seorang konsumen akan memilih sebuah produk dengan produk sejenis lainnya.

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa persaingan dalam bisnis adalah mutlak, untuk itulah diperlukan nilai lebih dari sebuah produk. Pun sama halnya dengan warung sate klatak Pak Pong, tentu banyak warung sate klatak di daerah bantul bahkan DI Yogyakarta. Bahkan, di daerah Pak Pong berada merupakan daerah sentra warung sate klatak. Namun kenapa harus Pak Pong, kenapa tidak pak ping atau pak pung yang parkiran tidak penuh?

Tentu ada sesuatunya! Pertanyaannya apa itu?

Nilai lebih produk dapat dapat dihadirkan dari produk itu sendiri. Misalnya dari bahan bakunya yang berkualitas, alami, organik. Proses produksinya berstandar tinggi. Packagingnya bagus. Kualitasnya OK. Produknya penuh inovasi pengembangan, dll.

Nilai lebih produk Bisa juga dari strategi pricing atau harga, lebih mahal atau lebih murah, transaksi sekian dapet point. Juga dari kualitas layanannya yang prima. Ada juga dari keterjangkauan produk atau mudah ditemukan produk oleh si konsumen. Dan tentu masih banyak nilai lebih produk yang bisa digali lebih jauh lagi sesuai dengan karakteristik produk dan bisnisnya.

Dan Pak Pong mampu menghadirkan sate klatak dengan citra rasa yang khas juga ditunjang dengan mampu bertahan tetap buka warung saat terjadi gempa 2006. Ahirnya menjadi satu-satunya pilihan tempat makan bagi para relawan yang ahirnya berdampak viral tersebar kemana-mana. Bahkan tak jarang para pendatang dari luar kota yang ke Jogja khusus menyempatkan ke Pak Pong. Dan tentu di benak saya kalau makan sate kambing yang istimewa ya harus ke Pak Pong!

Bagaimana nilai pembeda bisnismu?

Terimakasih Sudah Berkunjung

Share This Post

Comments

    Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 komentar:

Posting Komentar