Rupanya Selama Ini Sri Minggat Untuk Jualan Roti Bakar

Ndang balio.. Sri..
Ndang balio…o
Aku loro mikir kowe
Ono ning endi..

Ndang balio.. Sri..
Ndang balio.. o
Tego temen
Kowe minggat ninggal aku


Pernah dengar lirik lagu tersebut? Yup betul, lagu berjudul Sri Minggat yang dinyanyikan Didi Kempot. Lagu tersebut begitu ngehit di jamannya. Terutama lekat sekali untuk masyarakat desa di kampung-kampung jawa yang tersebar di seluruh Indonesia. Lagu ini seolah menjadi backsound keseharian, mulai dari aktifitas ke sawah, ke ladang, maupun bermain remi bersama-sama tetangganya.

Topik pembicaraan saat kumpul pun tak lepas dari tema lagu 'Sri Minggat', begitu fenomenalnya lagu ini di jamannya. Bahkan pada tulisan saya ini pun masih saja tak lepas dari bahasan dari 'Sri Minggat'. Dulu banget neh, saat di kampung, hampir setiap hari orang rumah memutar lagunya om Didi Kempot yang salah satu lagunya adalah Sri Minggat ini, sempat membatin bertanya sebenarnya si Sri ini minggat kemana to kok dicari-cari?

Dan setelah sekian tahun rupanya saya mendapatkan jawabannya, Sri Minggat rupanya untuk jualan Roti Bakar. Buktinya ada di foto berikut:


NB: Tulisan di atas foto bukan merupakan kejadian yang sebenarnya dan hanya bentuk kejahilan saya merekayasa cerita dari mbak Sri. Jadi maaf mbak Sri ya :D.

Yang sebenarnya terjadi adalah (nah yang ini baru cerita sebenarnya) mbak Sri merupakan salah satu mitra binaan dari CIS Smesco DIY, tempat dimana saya menumpang berinternetan dan duduk ngobrol bareng para pengusaha UKM di wilayah DI Yogyakarta. Ingat betul saya dengan beliau karena memang tahun lalu sering berkonsultasi dengan saya.

Jadi tentu saja Sri yang saya ceritakan ini sebenarnya bukan Sri Minggat-nya om Didi Kempot yang masih saja alunannya enak didengar meski telah lahir lagu-lagu moderen kekinian saat ini. Mbak Sri yang ini adalah salah satu pengusaha wanita yang dengan produk Roti Bakar Bandung. Roti Bakar Mbak Sri. Begitulah si owner-nya yang bernama Sri menamainya usaha roti bakarnya.

Agak tidak disengaja sebenarnya, sore kemarin, 22 Maret 2017 saya mampir di kedai rotinya. Sepulang dari salah satu senior pendamping UKM, yang kebetulan memang satu jalur dengan tempat jualan Mbak Sri akhirnya memutuskan saya untuk mencari dan menghentikan kendaraan di kedai rotinya untuk sekedar say hello dan lihat progress usahanya dan tentu saja untuk mencicipi roti bakarnya karena memang saya termasuk penikmat roti bakar.

Tampak sederhana, gerobak yang dicat dengan berwarna biru turkies ini diparkir di pinggir jalan tepat di depan pusat perbelanjaan Janu Putra di daerah Cebongan Sleman. Kalau kita dari arah timur maka kedainya tepat di kiri jalan, sebrang jalan dari Janu Putra.

Dalam penuh kesederhaan rupanya roti bakar sajian mbak Sri ini cukup nyaman di lidah. Tekstur rotinya cukup lembut untuk ukuran roti bakar di kelasnya. Lelehan coklat dan kejunya cukup memanjakan lidah penggigitnya. Soal harga, jangan khawatir, rotinya Mbak Sri sengaja dipasarkan di bawah harga pasaran.

"Alhamdulillah ada kenaikan penjualan mas setelah pindah kesini", jawab mbak Sri saat saya tanyai progres usahanya. Saat ini beliau sudah punya dua cabang roti bakar dan berencana akan buka cabang ketiganya. Terus berprogres mbak Sri, semoga segera menyusul cabang-cabang berikutnya.

Bagi yang sedang melintas di daerah Cebongan, saya sangat merekomendasikan untuk mencoba roti bakar Mbak Sri ini. Beneran, coba deh, gak bakal nyesel.

Baca juga tulisan yang lainnya: Mie Ayam Pak Wiyono, Mie Ayam Masa Lalu Rasa Perjuangan

Terimakasih Sudah Berkunjung

Share This Post

Comments

    Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 komentar:

Posting Komentar