Keren! Seperti Inilah Harusnya Kita Orang Tua!

Wow, saat baca surat ini dari postingan salah satu akun facebook yang bernama Yuni Nurmayati ini. Foto yang ada di bawah ini adalah foto surat resmi dari salah satu kepala sekolah yang ada di Bantul bertangal 9 Juni 2017. Ya, baru hari ini surat ini dikeluarkan.
Surat ini ditujukan kepada wali murid yang anak-anaknya baru saja selesai mengikuti ujian. Isinya adalah ajakan kepada para orang tua siswa untuk tidak menyalahkan anaknya terhadap apapun hasil ujiannya.
Kepala sekolah yakin benar bahwa setiap anak-anak itu memiliki keunikan tersendiri. Mereka memiliki bakat tersendiri. Anak yang lemah di matematika mungkin dia tidak akan jadi seniman, jadi matematika bukan kebutuhan pelajaran utamanya. Atau anak yang ingin menjadi seorang pengusaha, bisa jadi dia tidak akan mendapatkan nilai yang bagus pada mata pelajaran sejarah atau sastra.
Ada lagi ditulis dalam surat berperihal 'Surat Pribadi' tersebut, anak yang akan jadi wirausahawan tidak pula harus bernilai bagus pada mata pelajaran fisika. Dan tentu saja beberapa profesi profesional yang lainnya. Anda dapat membaca dalam gambar yang saya lampirkan dibawah.
Bahwa sesungguhnya setiap anak adalah insan yang istimewa. Mereka mempunyai bakatnya masing-masing yang memang tidak perlu kita sebagai orang tua memaksakan suatu apa pun. Sebagai orang tua, kita harusnya mendukung setiap bakat dan keinginan dari anak. Tugas utama orang tua adalah mengarahkan mereka pada treck yang benar di jalur yang telah mereka pilih sehingga mereka dapat mencapai apa yang mereka impikan.
Banyak sekali orang tua dewasa ini yang saya pikir sangat memaksakan kehendak pada anaknya. Mereka seolah takut anaknya tidak akan menjadi 'seseorang' dikemudian hari jika tidak menuruti apa yang orang tua inginkan. Tak jarang paksaan ini malah berujung pada pengekangan karakter sehingga jangankan berkembang, si anak malah semakin tertekan menjalankan apa yang tidak mereka sukai.
Saya memang bukan orang tua yang sangat berpengalaman mendidik anak. Anak saya baru berumur kurang dari dua tahun. Masih sangat cetek pembelajaran yang saya dapatkan sebagai orang tua. Namun saya sangat setuju sekali bahwa seorang anak adalah istimewa. Mereka memiliki bakan dan bahkan jalannya sendiri. Tidak perlu memaksakan sesuatu kepada anak, cukuplah orang tua menjadi pengarah dan teman dalam perjalanannya.
Saya kutip dari postingan salah satu teman baik saya yang saat ini menjadi relawan mengajar di salah satu smp swasta di Jogja, namanya mas Uun Agung Prasetyo:
"Tidak mengapa jika kalian belum mendapat nilai bagus matematika. Bukan masalah jika kalian belum memahami pelajaran bahasa. Tidak jadi soal pula jika kalian belum bisa mengingat materi IPA atau IPS.
Jika kalian suka berlari, maka jadilah pelari yang paling kencang. Jika kalian suka berbicara, maka jadilah pembicara yang paling bagus. Jika kalian suka keterampilan, maka jadilah yang paling mahir.
Bekal yang paling berharga adalah budi pekerti. Kalian boleh menjadi apa saja sesuai yang kalian suka. Terus berusaha dan semangat pantang menyerah, doa terbaik untuk kalian."


Terimakasih Sudah Berkunjung

Share This Post

Comments

    Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 komentar:

Posting Komentar