Pancasila, Beragama dan Berbangsa


Hari ini ingatan Saya seakan ingin kembali ke masa dimana setiap hari Saya selalu mendengarkan nyanyian 'Garuda Pancasila'. Saat itu, Saya atau mungkin Anda seolah dipaksa untuk mengerti setiap sila Pancasila. Di tambah lagi di bangku sekolah dasar, yang namanya pengamalan dari lima sila wajib 'ngelotok' hafal di luar kepala. Sedikit banyak hal itu memperkaya pemahaman akan nilai-nilai luhur Pancasila.
Ahir-ahir ini Saya dan juga Anda sangat merasa jengah. Setiap hari Kita disuguhi debat tak ada ujung. Setiap kelompok mencoba memaksakan pembenaran ke kelompok lainnya. Begitu pun sebaliknya. Seolah tak ada habisnya.
Bayangkan saja jika setiap kelompok punya pembenaran masing-masing, ada berapa ribu pembenaran yang nantinya akan beradu benar? Kalau saja ada yang bersedia kalah atau mengalah, mereka ingin menang dan memaksa diakui menang. Benar-benar tidak benar.
Sebagai anak bangsa yang hidup dalam keberagaman. Sudah selaiknya yang namanya pemaksaan pembenaran harus dihilangkan. Masing-masing harus menahan diri, sadar bahwa kita hidup salam satu Indonesia berjuta perbedaan. Tidak bisa dipaksa untuk jadi satu pembenaran.
Para pendiri bangsa faham betul akan hal ini. Faham betul bahwa Indonesia ini berdiri di atas dasar perbedaan. Ada beribu anak suku bangsa, ada sekian sistem kepercayaan dan beragama, ada sekian ribu adat dan budaya. Jika dipaksa untuk menggambil satu dasar kebenaran, bisa jadi negara Indonesia yang kita cintai ini tidak terwujud.
Sadar akan pentingnya mengakomodasi berjuta perbedaan tersebut, para pendiri bangsa mencoba menyusun suatu rumusan. Rumusan inilah yang nantinya akan dijadikan dasar patokan bertata negara dan berbangsa. Lahirlah apa yang Kita sebut Pancasila.
Pancasila bukan Agama yang perlu didebatkan akan membawa ke surga atau neraka. Pancasila bukan juga sebuah kepercayaan yang disana dapat mengkafirkan atau memurtadkan. Pancasila bukan pula sesembahan yang setiap hari perlu sembahyang untuk menuhankannya.
Pancasila sekali lagi adalah rumusan terbaik yang oleh pendiri bangsa ini hasilkan sebagai dasar setiap anak suku bangsa untuk bersatu, berbangsa, dan bernegara Indonesia.
Selamat Memperingati
HARI LAHIR PANCASILA
1 Juni 2017

Imam Syafi'i
Branding Specialist

Terimakasih Sudah Berkunjung

Share This Post

Comments

    Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 komentar:

Posting Komentar