Hati-Hati Terjebak Hal Teknis dalam Bisnis!

Anda sebagai pelaku UKM pernah merasakan seolah-olah tidak pernah punya waktu? Sibuk mengerjakan aktifitas produksi. Penjual lontong opor misalnya, ia bangun jam tiga pagi sudah harus mengurusi masakan. Jam lima pagi sudah harus menyiapkan lapaknya. Jam tuju pagi sudah buka dasaran. Dan nanti selesai buka lapak jam sepuluh atau dua belas siang.

Pulang langsung istirahat? Tidak. ia harus pergi ke pasar atau pusat perbelanjaan untuk membeli bahan-bahan yang akan dipasarkan esok harinya. Setelah selesai belanja bahan ia langsung mempersiapkan segala sesuatu kebutuhan dan perlengkapan dapur untuk memasak si lontong opor yang akan dipasarkan besok. Ya,,, paling cepat ia selesai jam delapan atau jam sembilan malam.

Apa yang terjadi?
Ya si penjual opor sibuk sekali, ia seolah kehabisan waktu yang sama-sama 24 jam untuk setiap orang. Capek! tentu saja resiko terbesarnya. bayangkan saja dari pagi sampai malam yang dikerjakan cuma satu hal yang sama. Jangankan buat jalan-jalan kemana gitu, waktu untuk keluarga ada kalanya harus tergadaikan oleh dagangannya.

satu dua tahun berikutnya kondisinya masih sama, ia bangun jam tiga pagi dan istirahat jam delapan malam. Begitu seterusnya.

Jika Anda sebagai pelaku UKM mengalami hal tersebut maka Anda harus hati-hati, bisa jadi Anda sudah masuk perangkap jebakan area teknis pada bisnis.

Pengusaha itu Fokus pada Bisnis bukan Teknis!
Saya teringat wejangan salah satu mentor bisnis saya, beliau mengatakan bahwa sekecil apapun bisnis bisa dikatakan sukses ketika pengusahanya jalan-jalan bisnisnya tetap jalan.

Lihat apa yang terjadi pada contoh cerita pedangan lontong opor tersebut, bagaimana jika ada keperluan keluarga mendadak yang tidak bisa ditinggalkan? Jualannya tetap jalan? Tidak. Ia harus meliburkan diri beberapa saat dulu. Ya karena ai terlalu fokus pada hal teknis dan semua dikerjakan sendiri. Saat ia berhalangan saat yang sama pula-lah bisnisnya berhenti.

Untuk menjadikan bisnis tetap jalan saat pemiliknya jalan-jalan tentu bukan perkerjaan yang mudah. Butuh yang membangun sistem, butuh pengelolaan management. Dan itu semua tidak bisa dikerjakan saat si pemilik terjebak di area teknis.

Boleh mengerjakan hal teknis, namun harus punya target waktu kapan ia harus mulai meninggalkannya. Serahkan hal-hal teknis tersebut pada orang lain. Anda bisa merekrut pegawai, atau Anda bisa mencari tim bisnis untuk membagi beban teknis. Dengan begitu Anda akan jauh lebih punya waktu untuk mengembangkan bisnis. Punya waktu untuk mulai membangun sistem, mengatur management, dan tentunya mengembangkan bisnis itu sendiri.

Ingat, fokus pebisnis bukan pada hal teknis tapi pada bisnis!

Terimakasih Sudah Berkunjung

Share This Post

Comments

    Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 komentar:

Posting Komentar