Sudah ONLINE Saja! Modal Kecil Untung Besar

Tempo hari, di ahir sesi saya mengajar di Kelas Bisnis Selasa Pagi (KBSP), program yang dijalankan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT-KUMKM) DI Yogyakarta guna menampung pelaku usaha yang ingin meningkatkan kapasitas bisnisnya, saya sengaja mengajak peserta untuk berdiskusi satu sama lain. Rupanya, sekenario seperti ini cukup efektif untuk saling member info peluang dan berbagi pengalaman. Satu, dua, tiga, hingga ahirnya semua peserta ikut mencurahkan keluh kesah yang dialaminya serta urun rembuk memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi rekannya.

Ada satu cerita yang menurut saya unik dari salah satu peserta, mas Iwan namanya. Mas Iwan mengungkapkan bahwa dia sempat medapati salah satu konsumennya yang berasal dari Jambi sedang berada di Jogja untuk berliburan. Nah si konsumen ini bilang ke mas Iwan bahwa dia ingin berkunjung ke showroom produk yang dimiliki mas Iwan. Pusing tuju kelilinglah mas Iwan. Produk yang beliau jual ini rupanya bukan bikinannya sendiri. Mas Iwan mengambilnya dari salah satu pabrik tas di Jogja, berhubung produk tas ini adalah produk yang sebenarnya hanya dipasarkan ke luar negeri maka harganya mahal. Saya sendiri lupa apa merek tasnya. Mas Iwan bilang, tas ini 90% untuk ekspor dan hanya 10%nya saja untuk pasar lokal yang mas Iwan coba jual melalui online.

Harganya yang berkisar 1,5jt per tas inilah yang membuat mas Iwan pusing ketika ada salah satu konsumennya datang. Harga yang cukup mahal membuat mas Iwan belum mampu membuat showroom sendiri. Biasanya yang mas Iwan lakukan adalah berjualan dengan modal katalog, setelah ada pembelian barulah mas Iwan membelanjakannya ke pabrik tadi, setelah itu produk baru dikirim ke konsumen yang memesan tadi. Secara bisnis sebenarnya mas Iwan tidak punya stock produk, inilah yang sebenarnya menjadi permasalahan mas iwan.

Pada sesi sharing di kelas KBSP yang saya ampu, mas Iwan menanyakan kepada rekan-rekan peserta “Kira-kira menurut rekan-rekan solusi dari permasalahan saya bagaimana?”. Tanpa dikomando, peserta langsung bersahutan satu dengan lainnya. Ada yang mengungkapkan, bahwa apa yang mas Iwan jalani merupakan resiko dari bisnis yang mas Iwan jalankan. Ada juga yang menyarankan mas iwan mulai membuat minishowroom di rumah dengan memanfaatkan sedikit ruangan yang ada di rumah. Hasil yang mas Iwan dapat sebaiknya jangan dibelanjakan semua, sisihkan sedikit-demi sedikit sehingga mampu digunakan untuk membeli produk untuk persediaan. Satu, dua produk lama-lama juga akan mempunyai banyak persediaan produk.

Saran dari salah satu peserta agar mas Iwan punya showroom kecil saya pikir sangat relevan. Hal ini jugalah yang sempat saya lakukan di salah satu usaha saya, olineshop Dompetpari.com. Seperti mas Iwan, Dompetpari.com pun awalnya hanya berjualan foto dan katalog, sampai ahirnya ada penjualan satu dua produk lantas dibelanjakan tiga produk, yang dua dikirim, yang satu jadi persediaan produk. Terus menerus aktifitas itu dilalukan, hingga ahirnya Dompetpari.com memiliki minishowroom sendiri.

Apa yang mas Iwan lakukan dan mungkin banyak lagi rekan-rekan lainnya merupakan salah satu peluang bisnis sangat baik saat ini. Perkembangan teknologi memungkinkan setiap orang bebas melakukan jual beli dimanapun. Betapa tidak, hampir setiap orang pasti memiliki handphone yang langsung terkoneksi dengan internet. Sudah menjadi sifatnya internet menyediakan ruang tanpa batas, sehingga orang bebas melakukan apapun di internet, termasuk jualan. Yang jeli melihat peluang inilah yang nantinya mendapatkan untung berlimpah. Bayangkan, di Indonesia saja jumlah HPnya melebihi jumlah penduduknya, dan yang sudah bisa terkoneksi dengan internet hampir mencapai separuhnya. Artinya, tersedia pangsa pasar yang sangat besar dari dunia internet ini. Tinggal bagaimana kita mampu mengoptimalakan peluang tersebut menjadi sumber pendapatan.

Perkembangan bisnis online di Indonesia saat ini pesat sekali, triliunan rupiah mampu tertransaksikan hanya dalam kurun waktu bulanan. Menurut hemat saya, pesatnya perkembangan bisnis online saat ini belum mencapai puncaknya, kedepannya masih terus berkembang. Kesempatan inilah yang harus mampu kita ambil, jangan sampai kita hanya menjadi penonton saja.

Seperti halnya mas Iwan, bisnis online tidak memerlukan modal banyak. Mas Iwan melakukan rutinitas usahanya bahkan tanpa modal. Dia berjualan tas yang notabene harganya cukup mahal hanya bermodalkan foto dan katalog produk saja. Setelah terjadi pembelian, barulah mas Iwan belanjakan produknya setelah itu dikirim ke alamat pemesan. Kalaupun memerlukan modal, mungkin mas Iwan hanya butuh untuk menyediakan paketan internet dan pulsa Hp saja. Modal yang sagat kecil tentunya.

Sampai saat ini, mas Iwan baru berjualan lewat pemanfaatan media sosial seperti facebook dan BBM.  Sebenarnya masih banyak lagi alat yang bisa digunakan mas Iwan untuk berjualan di internet. Dengan biaya nol rupiah mas Iwan bisa memanfaatkan media social lainnya seperti instagram, twitter, G+, dll, mas Iwan pun sebenarnya masih bisa menggunakan email marketing juga dengan biaya nol rupiah. Kalau mas Iwan mau mengeluarkan biaya lebih lagi, mas Iwan bisa menggunakan iklan adsen yang ada di media social dan google. Selain itu mas Iwan juga masih berkesempatan menggunakan website berbayar dan geratis, tinggal mas iwan mengelola SEOnya agar si website bisa tampil di google halaman pertama. 

Kelupaan, ada satu media lagi yang sampai saat ini masih sangat efektif digunakan. Apa itu? Sms Marketing. Seringkah Anda mendapatkan sms yang bunyinya “selamat anda mendapatkan undian hadia dari provider ini dan itu bla, bla, bla”? Kalau iya berarti strategi sms marketing masih sangat efektif sampai saat ini. Kalau tidak, pasti tidak ada orang yang mau capek-capek ngeblas sms ke banyak nomor dengan mengeluarkan biaya. Usut punya usut, meskipun saat ini berkembang media chating yang berjibun banyaknya, keterbacaan sms rupanya masih menempati angka 98%. Artinya setiap sms Anda kirim orang lain, pasti dibaca! Apapun smsnya, baik promosi maupun penipuan seperti yang tadi.

Begitu banyak media yang bisa digunakan untuk berjualan di internet, dari mulai yang berbayar sampai yang geratisan. Pertanyaannya saat ini adalah, sudahkah kita memanfaat media ini untuk mengenjot pendapatan usaha kita? Kalau belum, saat inilah giliran Anda untuk menggunakannya! Selamat mencoba!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sudah ONLINE Saja! Modal Kecil Untung Besar"

Post a Comment